Check out music from Dy Murwaningrum

https://soundcloud.com/dy-murwaningrum

Foto saya
Solo- Jogja- Bandung, Indonesia
mencari kata-kata, membenturkannya pada setiap bidang dan terus memantul...
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan dan Aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan dan Aku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2015

untuk Ibu

Assalamualaikum...

Semoga tuhan selalu merahmati kita semua...seperti setiap doa kita semua.

Selamat malam... apa disana kalian sedang bersama-sama? Dalam keluarga kecil, atau terpisah-pisah dan sendiri-sendiri? Ak tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan disana, belum bisa.

Madu air hangat, kali ini kubuat sendiri. Biasanya ibu yang bikinkan, meski di akhir-akhir aku yang selalu bikinkan untuk ibu agar bibir ibu tidak kering. Apa kabar ibu? Apa disana sudah bersama bapak dan adik-adikku? Kadang aku kebingungan disini, kadang terlalu rindu padamu.
Banyak perbicangan denganmu yang kutitipkan pada tuhan, pada malaikat yang selalu kutemui setiap hari. Bagaimana perasaanmu? Semoga selalu ditempat yang bahagiadimanapun berada. Tidak banyak yang bisa kita bicarakan di masalalu, tidak seperti bapak yang rajin mengajak diskusi, berdebat dan bicara. Kita hanya menghabiskan waktu dengan tawa, atau mencicipi makanan-makanan, bicara tentang tts yang selalu menghabiskan waktu.

Aku sangat rindu...rindu sekali. Seketika kau melihatku sakit kau pasti khawatir. Ak rindu dikhawatirkan seperti itu. Aku ingat bagaimana waktu kecil ketika aku kedinginan karena demam, kau selalu menyentuhkan telingaku dengan bibirmu dan aku merasa lbh tenang. Aku rindu memegang tangan saat aku merasa kurang enak badan, aku rindu dibalur minyak hangat, teh hangat dan merasa aman. Ibu, aku rindu kau peluk dengan sangat erat seperti ketika aku pulang dari bandung dan sakit maag. Aku rindu selimut yang kau tutupkan pada badanku, untuk menjagaiku agar tidak kedinginan.

Ibu, apakah kau masih kepikiran aku? Apa kau khawatir aku sendirian? Aku pasti baik-baik saja. Aku sudah aman, tidak ada yang perlu kau risaukan lagi. Apakah ibu tidak ingin membuatkanku wedang hangat, memberikan minyak hangat di tubuhku sekalipun itu datang di mimpi. Mungkin kita hanya menduga duga keberadaan kita satu sama lain. Yang pasti ak ingin kau, bapak dan adik-adik bahagia disana, mungkin di kehidupan yang lebih kekal. Percayalah, selama manusia masih hidup didunia mereka pasti punya ambisi duniawi, mencari kebahagiaannya, begitu juga dengan aku. Jangan khawatir aku tidak bahagia ketika aku sedang bersedih, aku akan mencari kebahagiaan juga...

Ibu, jika kau bertemu dan bersama bapak dan saudara kandungku lainnya sampaikan salamku untuk mereka. Masa dimana aku berada di tempat kalian semua pasti akan datang, entah kapan...tidak ada dr kita yang tahu. Semoga kita semua bahagia...

Ibu, aku sakit flu, kemarin aku sakit kepala. Sakit yang sering melemahkanku, aktivitas-aktivitasku. Tapi sekali lagi jangan khawatir, aku sudah jarang sakit sekarang, aku lebih sehat, badanku lebih besar, makanku lbh banyak dan semoga lebih sehat. Aku sudah bisa mengatasi diriku sendiri sekarang, pergi sebentr ke apotek, membuat air madu hangat, membeli makanan di warung lalu tidur dengan selimut yang pernah kau berikan buatku.

Ibu, apa disana kau masih berdoa setiap waktu? Atau bagaimana di sana? Kadang aku sangat ketakutan disini membayangkanmu yang ada di sana.. tp aku yakin tuhan pasti baik. Sebaik perlakuanmu padaku... Tuhan sedang melihatku menulis surat ini, kukirimkan pada blog agar lebih banyak yang melihat mungkin satu dari mhlukNya bisa menyampaikan padamu. Tapi kutitipkan surat ini lewat Tuhan...semoga surat ini tersampai dan membahagiakan. Kalau surat ini tersampai mungkin tidak ada reportnya.

Terimakasih ibu, yang selalu memberiku banyak pengertian. Mengajarkan aku untuk mengalah, sekaligus mengajarkanku untuk kuat dan tangguh. Mengajarkan aku untuk melindungi banyak hal. Terimakasih telah sebegitu memanusiakan aku, menghargai privasi-privasiku,pilihan-pilihanku, selalu support pada langkahku meski orang bilang itu tidak masuk akal. Dan sekarang, aku sudah disini...mungkin titik ini tidak akan terjadi kalau ibu tidak legawa atas pilihan keinginanku. Bapak yang selalu menjadi penengah ketika aku dan ibu berseteru krn tidak saling paham satu sama lain. Semoga semua bahagia dimanapun kita berada, selalu dalam berkah Allah.swt. Amin


Selamat malam ibu dan bapak... 
Wassalamualaikum.

Rabu, 27 November 2013

Semarang, Bersama Cinta

Semarang, Bersama Cinta


12 jam bersamamu dalam perjalanan dengan mata menatap sama-sama ke depan. Satu fokus yang sama namun kita tak hilang sadar untuk menikmati rute dan cerita yang saling kita tuturkan. Sebentar menengok wajahmu yang teduh, matamu yang sering melamun lalu senyumku yang tanpa tujuan membuatmu menghadapku dan semakin jelas matamu menghadap aku bingung. Akhirnya aku membawamu pada perjalanan ku dulu. Kota yang selalu kudatangi dan selalu membuatku bingung dan ruwet.
Semarang. "Aku memperkenalkanmu padanya. Pertama kali kita menjejakkan kaki bersama-sama di sebuah kota yang biasa.sebagaimana kita mendatangi panggung-panggung yang dikata orang sangat biasa.
Bersamamu, cerita menjadi baru. Jika kita mencetak buku sejarah tentang sebuah kota, tentu sejarah versi kita akan berbeda. Aku menikmati cara kita yang selalu mengambil sudut yang lain dari kebanyakan orang. Kota yang bagi mereka biasa bagi kita rangkaian, adalah informasi, pemahaman dan kepercayaan.

Tidak kupungkiri perjalanan untuk cinta. Hari ini memang untuk cinta, tapi besok perjalamam ini akan menjadi bagian dari buku-buku penuh romantisme, buku yang sarat cerita lokal dan akan mendunia, buku yang digandrungi banyak orang di tahun 2015 nanti. Cinta membuat kita belajar lebih mudah untuk mengenal hal-hal baru, cinta membawa kesediaan untuk karya-karya dalam kerja keras kita.Sebagian semangatku tumbuh kembali bersama perjalanan perjalanan kita. 3 hari untuk banyak cerita istimewa. 2jam terakhir perjalanan menuju pulang. Kurasai dan kurenungkanbanyak rasa. Aku ingin lebih jauh lagi mengerti dunia lebih dalam lagi mengerti dunia lebih lama lagi hidup dan bersamamu. Iya...kita akan bersama dalam kota-kota yang sering kita dengar dari orang orang atau dari majalah-majalah. Aku ingin bersamamu menyambut matahari lalu mengikhlaskannya pergi untuk menyambut bintang lalu bulan. Aku ingin merasai air tanah dari sumber yang berbeda, mempersilakan masuk udara ke tubuhku dr berbagai iklim, bersamamu.

2jam kulihat wajahmu tanpa cela sambil mendengar kalimat-kalimat spontanmu yang marah-marah. Telinga sengaja kubiarkan saja terbuka, terlalu bodoh jika kusumpal telingaku dengan tisue karena mendengar ocehanmu itu lebih menarik ketimbang mendengar radio yang sedang nyala di hadapan kita.  Mendengar segala ocehan namun pikiranku sudah berada pada kita setahun, 2 tahun, 5 sampai berpuluh-puluh tahun mendatang. Semoga cinta diantara kita membawa kehidupan-kehidupan baru yang panjang usia, pemikiran-pemikiran baru yang membawa manfaat, sehingga cinta kita akan jauh lebih panjang dari usia manusia.

Kamis, 25 Juli 2013

PELABUHAN


Pelabuhan


Mercusuar

Pelabuhan. Ketika kata itu kutanyakan pada mu, apakah arti pelabuhan bagimu kau jawab dengan perhentian. Lainnya lagi kutanya dan menjawab mercusuar, tempat parkir kapal, perhentian sementara.
Beberapa bulan lalu aku menyempatkan berjalan-jalan ke pelabuhan. Aku menuju pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Pelabuhan bagiku sangat asing, tidak seperti stasiun atau terminal karena sepertinya pelabuhan hanya milik pejalan-pejalan jauh. Bukan air justru yang kulihat dan menjadi focus pertama namun kegiatan mereka. Pejalan-pejalan jauh itu melakukan banyak aktivitas sembari menunggu nomor antrian kapal untuk diberangkatkan. Benar, dari sini aku bertemu istilah “perhentian” namun sementara. Mereka menunggu keberangkatan selanjutnya. Dan aku menemukan lagi “penantian”, menunggu keberangkatan. Seperti Dora rasanya aku merangkai satu demi satu kata kunci. Tapi beginilah memang caraku memahami keberadaan sesuatu, termasuk pelabuhan. Bising entah suara apa, mesin atau entah seperti mengajak mulutku perang. Aku harus bicara dalam teriakan pada orang-orang yang kuajak bicara.



Anak-anak Pelabuhan
Kapal Cantik
Aku mengamati dr ujung pintu sebuah kapal. Galon air tempat minum, kasur, pakaian, alat masak lengkap senyaman rumah. Aku juga melihat perahu cantik, seperti beranda rumah di bagian luarnya. Orang-orang menstem kenyamanan pada perjalanannya agar mereka tidak terlalu rindu pulang mungkin. Kamu yang ingin pergi ke Eropa, mau kah kamu berperjalanan dengan kapal, ah tentu kamu memilih kapal terbang. Dari bekal-bekal yang mereka bawa bukan hanya kebutuhan perut saja dan aku jadi menyimpulkan sesuatu. Mungkin berjalan diatas air adalah penuh sensasi mengatasi kebosanan, bahwa hidup tidak melulu cepat berubah. Bahwa setiap saat adalah penantian panjang, penantian adalah tantangannya. Bahwa emosi harus bisa kita mainkan sendiri. Bahwa mencetak mood, mengatasi kebosanan menjadi salah satu ciri kecerdasan mereka. Ternyata tantangan itu bukan selalu hal-hal yang membangkitkan adrenalin. Kamu yang penyuka mainan-mainan di dufan, Trans studio beranikah kamu berhadapan dengan kebosanan? Dimana km harus menaik turunkan adrenalinmu sendiri bukan dengan dipicu mainan-mainan itu? Berjalan ke eropa dengan kapal bisa jadi membuat orang tiba-tiba terjun ke laut. Jika kamu menuju Eropa nanti, jangan lupa mengunjungi venesia. Kalo aku ingin sekali membuat film pendek perjalanan di Venesia jika keinginanku mencapai kota tua itu tersampai. Sudah pasti aku akan pamer padamu tentu bukan untuk menyatakan kehebatan tapi untuk sebuah permintaan “ikutlah bersamaku”. Aku selalu ingin mengajakmu pergi bermil mil jauhnya. Berjalan di udara, berjalan diatas air, menyapa segala rupa tumbuhan, menikmati matahari yg datang kepagian untuk menyambut kita yang tidak tidur semalaman. Aku ingin sekali melihat cara tutur mu dengan orang-orang baru yang tidak kita kenal sebelumnya, aku ingin menghitung berapa kali dalam 3 jam aku mendengar keluhan bosan atau ungkapan kebahagiaanmu.


Menurunkan barang dagangan
Kapal Rusak
Memperbaiki Kapal

 Aku menuju kearah yang lebih jauh, di jalan kecil. Beberapa kapal rusak sedang diperbaiki. Di cat ulang, diganti kayunya. Dan di depannya adalah seperti gerobak sate ayam khas Madura namun tanpa roda. Sudah bisa kuduga bahwa dulunya dia adalah kapal yang juga ikut mengarungi samudra. Rapuh, hampir hancur, tidak bisa diperbaiki, menjadi sampah namun entah kenapa tidak di buang. Dan akhirnya yang kamu katakan benar. Pelabuhan juga menjadi perhentian terakhir. Kemana semua kapal-kapal besar ini nantinya berakhir? Mungkin akan dipreteli atau menjadi kapal-kapal usang di sekitar pelabuhan. Ada-ada saja, seseorang mengecat kapal yang besar nya 2x rumah tipe 21 mungkin. Tinggi dan besar. Rupa-rupa rupanya orang-orang pelabuhan ini beraktivitas. Menurunkan barang dagangn, menjahit bendera antrian yang sobek karena kena angin, memperbaiki kapal, berolahraga di beranda kapal, mengopi dan membaca. Bisa dibayangkan kejenuhan menanti kapal mereka berjalan kembali. Lalu lega jika kapal sudah diijinkan berangkat namun mereka kembali dalam perjalanan panjang di tengah lautan seperti tanpa ujung, tanpa peneduh kecuali kapal dan diri mereka sendiri, kawan-kawan seperjalanan. 


 
Asap dan awan
Mataku tertuju pada warna kontras. Hitam dan putih. Asap dan awan. Putihnya menjadi mutlak dan hitamnya tampak pekat. Dua warna dengan karakter sama-sama kuat, bersatu diangkasa sudah seperti lukisan absatrak saja hanya tinggal membingkainya dengan frame kayu ukir Jepara. AKu menghampiri warna itu, ternyata cerobong asap sebuah pabrik. Di dekat tempat aku berdiri adalah pagar besar tergembok rapat. Aku melihat dua alat transportasi dari dua bagian bumi berada ditempatnya masing masing dan berdampingan. Sebuah truk yang diparkir di daratan dan sebuah kapal yang diparkirkan di air. Pelabuhan adalah penghubung. Menghubungkan dua bagian bumi yaitu daratan dan lautan.  Pelabuhan adalah semacam gradasi, peralihan. Seperti kehidupan, selalu ada peralihan-peralihan. Mercusuar menjadi tanda. Mercusuar menjadi signal dan sekaligus penerang. Kehidupan adalah peralihan yang teramat panjang. Dalam peralihan kita bisa bersenang-senang, belajar dan segala rupa. Dari yang kulihat ada sebuah keyakinan yang muncul bahwa semua hal akan beralih. Berpindah. Pergi. Hilang. Rusak. Namun ada gradasi. Pada gradasi itulah Tuhan menjadi sangat dekat dengan kita. Melatih dan membiasakan. Gradasi ada yang cepat ada yang lama. 

Truk dan Kapal
Beberapa hati manusia juga begitu. Ada yang cinta dengan kebosanan lalu menghandle nya sendiri. Ada yang minta dirubah oleh keadaan agar lebih mudah mengatur diri. Ada yang tau benar bahwa dia yang harus merubah keadaan. Ini adalah bagian yang paling kumaknai dari sebuah pelabuhan. Satu, penantian yang panjang bukan Cuma 6-12 jam menanti kereta, atau 2-3 minggu menanti cinta dan semua yang hanya singgah pasti berjalan kembali. Dua, adalah penghubung. Garis samar dr 2 dunia yang berbeda. Garis pantai tidak kebih dr sejengkal. Hari ini darat besok laut. Hari ini makan tempe besok ikan. Hari ini air tawar besok air asin. Hari ini pasir besok….samudra tanpa batas. Yang aku bayangkan adalah hebatnya mental-mental anak buah kapal, orang-orang pelabuhan, perasaan perasaan yang tertahan dalam jarak dan waktu, sikap saling percaya dan cara memberi kepercayaan, bagaimana cara menghargai dan menerima kembali setelah terpisah perjalanan panjang dan sejuta pengalaman. Bagaimana dengan kamu?

Rabu, 29 Mei 2013

AKU MENCINTAIMU


Aku mencintaimu.
Hanya itu, bukan untuk menambah koma atau syarat lain. Kehebatan menyimpan rasa, itu kelihaian kita
Aku hanya ingin melakukannya…mencintaimu tanpa syarat, tanpa koma tanpa tanda kutip.

Aku mencintaimu
Mereka bilang tak berujung, ujung adalah syarat cinta barangkali? Aku Tanya berulang, kalian diam, Kalian tidak menjawab Atau cacian itu jawabannya?

Aku mencintaimu
Apa yang kalian tahu. Tanya pada mereka, tuluskah mereka? Berapa syarat mereka ajukan untuk cinta?
Aku ingin diijinkan mencintaimu, mencintai cintamu pada hidup. Membagi rahasia, menyimpan kenangan, mendirikan kerajaan masa depan.

Selasa, 30 April 2013

Watu Gong dan Kota Lama: Perjalanan Ke Semarang.


Watu Gong dan Kota Lama: Perjalanan Ke Semarang.

Akhirnya aku bisa mengucapkan “Pagi…” padamu, ketika aku berada di Semarang. Ini adalah kali kedua aku melakukan perjalanan ke kota lain dengan bus. Dan pertama kalinya aku ikhlas melakukan perjalanan sendirian dengan bus setelah yang pertama adalah sepulang dari kotamu. Aku seorang pemabuk kelas berat, kali ini aku mencobai ketangguhanku dan sengaja aku ingin membuatmu iri lagi. Aku ke Semarang tiap tahun, setiap Natal, namun tidak ada 1 kesempatanku menikmati apa yang ada di kota ini. Hari-hari bersama keluarga dengan acara keluarga dan selalu berkumpul keluarga seringkali membuatku terperdaya oleh kenikmatan bercengkrama dan ternyata aku jauh dari pengetahuan, tidak melakukan apa-apa. Tidak lebih dari membicarakan si ini dan itu selama 3X24 jam mungkin. Horeeeee akhirnya aku jalan jalaaaaaan…lantas cara apalagi untuk menarik perhatianmu selain seperti ini? Bukan waktu yang panjang sebenarnya namun perjalananku selalu nampak kosong tanpamu. Aku sengaja duduk di bus tidak sendirian agar aku tidak terlalu ngelangut. Aku tahu, kamu sangat iri pada ku hari ini. Kamu yang memperkenalkanku pada museum-museum waktu itu, karena museum adalah objek wisata murah meriah bahkan gratisan. Kita tidak memilih Trans Studio, Kampung Gajah tapi Museum Geologi. Itu sambutan pertamamu, Museum Geologi. Sambutan pertama bagi siapapun yang datang ke kota mu, termasuk aku. 

watu gong, pintu masuknya
memotret dari pagoda, tampak ujung 2 bangunan lain


Ukiran berbentuk naga di depan pintu utama pagoda




Selamat datang di Semarang, jika kamu punya waktu aku akan secara nyata mengantarmu untuk kemari bukan hanya lewat blog. Kita bisa bersama naik bus, turun di terminal Banyumanik. Paling dekat dengan terminal Banyumanik adalah mengunjungi Watu Gong. Watu Gong adalah sebuah tempat dimana didirikan pagoda sebagai tempat ibadah umat Budha. Dinamakan Watu Gong karena di area tersebut ditemukan batu yang berbentuk gong. 

WATU GONG (BATU GONG)
Batu ini sedikit retak karena sempat terjatuh ketika dipindahkan dari bagian tengah, menuju ke luar. 

Pagoda Avalokitesvara, itulah yang terpampang pada papan namanya. Avalokitesvara adalah sebuah ajaran dimana dalam ajaran tersebut mengutamakan welas asih menyayangi sesama mahluk tepatnya ada 20 ajaran mulia. Pagoda ini jika aku hubungkan dengan keterangan-keterangan dalam artikel-artikel yang membahas mengenai aliran-aliran Budha, termasuk dalam aliran Mahayana karena Avalokitesvara merupakan bagian ajaran dari aliran Mahayana. Bagian dalam terdapat dewi kuan im atau dewi welas asih. Di bagian luar terdapat patung Ammitabha. Dari beberapa artikel yang aku baca, agama Budha memiliki beberapa aliran, beberapa diantaranya adalah Mahayana, Hinayana dan teravada.



Pagoda
Pintu bagian depan bangunan inti pagoda


Telepon ku berdering beberpa kali, ya itu pasti kamu. Saat itu aku berada di bagian samping pagoda, tepat berada di depan patung Budha tidur. Aku sengaja ingin menunjukimu detail-detail dari beberapa hal di bagian luar pagoda. 

 
Patung Budha Tidur 




Tempat Dupa
Menyapu daun dari pohon Bodhi yang gugur

Sebuah kotak kaca untuk menempatkan lilin di dalamnya




Setelah mengunjungi Watu Gong, aku makan bakso dan kehujanan mampirlah dulu ke base camp nya mapala Undip untuk solat dan sebentar istirahat sambil melihat persiapan ultahnya Mapala Undip. Kalo kamu bersamaku pasti kamu sudah kegerahan, yah biasa anak gunung, terbiasa dingin. Lalu selanjutnya kamu akan kesal diguyur hujan, paling-paling kamu hanya membawa 1 celana dan 1 baju saja…yah simple, that’s u. 




Merk pertokoan di Kota Lama


Toko Barang Antik Kota lama


Gereja Blenduk_ kota lama
Kota Lama…Ini menjadi tempat yang akan kukunjungi ke dua. Pasti kamu senang dan sekaligus terus bertanya-tanya. Disini sangat dekat dengan Solo, Yogya namun tidak akan sedikitpun kamu temukan bangunan-bangunan yang khas Jawa. Hampir semua bangunan-bangunan besar itu berarsitektur Belanda. Kota lama sering disebut dengan little Nederland. Ada Gereja blenduk, marba, ada marabunta, banyak sekali konon area ini adalah arena perdagangan dulunya. Dari beberpa sumber yang aku baca di beberapa blog, kota ini di bangun semirip mungkin dengan negaranya agar merasa betah dan nyaman. “Marabunta”, gedung ini justru yang lebih kuingat dari gedung-gedung lain. Bangunanya kosong, bagus sekali dengan patung semut diatasnya. Lalu sku melihat gedung bertuliskan marabunta lagi di dekat pelabuhan, apakah sebenarnya Marabunta itu? Dari hasil browsing ternyata marabunta itu artinya adalah semut. Semut yang sangat kuat. Konon gedung ini dulu menjadi pusat kesenian, gedung ini menjadi saksi berkembangnya kesenian di Semarang. Dulu musik, tari atau teater digelar tetap setiap sebulan sekali di gedung ini. Penari yang terkenal pada masa itu adalah Mata Hari, nama ini konon nama samara. Dia adalah seniman sekaligus spionase berbayar mahal. Wanita ini memiliki kemampuan menyusup, berpura-pura, mencari data dan sekaligus menari dimanfaatkan oleh agen-agen rahasia. Dia banyak menjalin affair dengan para petinggi-petinggi di eropa dan pperjalanannya sebagai spionase akhirnya berakhir setelah dia dijatuhi hukuman dan ditembak mati. Namanya Margaretha Geetrulda Zelle. 


Gereja blenduk dalam genangan

Senin, 29 April 2013

24 JAM MENARI: SOLO BERKERINGAT KALO SAJA KITA MELIHATNYA BERSAMA


24 JAM MENARI: SOLO BERKERINGAT KALO SAJA KITA MELIHATNYA BERSAMA


 Poster 24 jam menari

Cerita buatmu yang sedang bekerja...di sana.
Pukul sepuluhan pagi ini, aku menuju Rumah Sakit untuk check up. Aku iseng untuk makan dulu di UNS, Kansas(kantin sastra). Mulai riuh suasana kampus ISI Solo, kampus ku dulu. Aku ingat, ini tanggal 29 April, Hari Tari Dunia di Solo. Selalu seperti ini setiap tahun nya. Yah, tentu saja…kamu jauh di sana, bekerja dari jam delapan pagi sampai jam empat sore, tentu sangat sibuk. Aku ingat kamu, pasti kamu adalah orang yang sangat antusias dengan acara seperti ini. Mungkin kamu akan 24 jam penuh berada di titik-titik dimana pentas-pentas ini diselenggarakan. Bukan…bukan euphoria sayang… bukan juga kegiatan yang gila-gilaan menghambur-hamburkan uang… bukan juga seperti pesta-pesta pergantian tahun atau ajang kartini-kartinian. Disini setiap budaya diberi wadah, untuk saling mengenal berbagai macam bentuk budaya, mungkin juga kamu akan mengenal beberapa orang yang asing, bahasa yang asing, cara bersikap yang beda dan lain-lain. Sebagai wadah untuk saling mengapresiasi, memperkenalkan dan menjalin hubungan-hubungan baru. 






 Salah satu tarian dalam 24 jam menari di Pendopo

salah satu tarian dalam 24 jam menari di depan Teater Besar

Diatas itu, adalah acara salah satu tari yang di pentaskan di Pendopo ISI. Liat, mereka pakai baju jawa, tapi mereka menari bukan dengan iringan musik tradisi, mereka bukan menari tradisi. Gambar di bawahnya yang kuberi caption beda, itu adalah tarian yang mengambil tema tentang air dan musik. mereka memproduksi musik sambil menari dan diberi efek air sehingga terlihat dramatis kalo bisa mengambil pic dengan baik. Sangat penuh, aku hany bisa melihat dari sisi belakang. Hari ini mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, mulai dari yang beraliran tradisi, kontemporer dan modern semua menari di Solo. Dari asia, timur tengah dan eropa. Dulu acara ini adalah acara yang diselenggarakan oleh kampus ISI yang waktu itu mungkin masih bernama STSI. Aku ingat benar, dari acara ini aku mengenal beberapa teman dari tempat-tempat lain. Sekarang, acara ini sudah lebih luas. Masyarakat Solo semua mengerti bukan Cuma kalangan kampus, bahkan masyarakat boleh turut berpartisipasi. Titik-titik pergelarannya bukan hanya di kampus namun juga di mall, di jalanan, di tempat-tempat bersejarah…jauh lebih menyenangkan dapat dinikmati semua kalangan. Tahun ini, aku sepenuhnya menjadi penonton. Tidak seperti kemarin kemarin yang kalang kabut mempersiapkan musik untuk iringan tari. 



 Potret kerumunan orang-orang

Ingat? Malam itu kita sempat bertengkar lewat telepon sebelum aku pentas. Aku ingin sekali mengajakmu kemari, bersama mu melihat hari ini. Mungkin tahun depan kita sudah berbeda, keinginan kita juga mungkin berbeda. Semoga kamu bisa memenuhi keinginan-keinginanmu meskipun tanpa aku nanti. Malam ini aku memiliki gairah untuk berdesakan, memaksa lihat karena keinginan untuk bisa berbagi dengan mu tentang hari ini. Tidak pernah sebelumnya aku mengambil picture, tapi kali ini aku memulainya agar kamu turut bisa menikmati. Jika saja aku bersamamu, aku tidak akan telat datang. Kita pasti saling menggenggam dan menarik narik genggaman satu sama lain untuk memperoleh jalan menuju tempat paling depan. 

Ada apa lagi ya? oh iya disini ada kuliner. tempat jajan, kamu suka sekali jajan ya? tapi sepertinya sudah berangsur-angsur berkurang ya. Ada warung yang menarik perhatianku, karena keberanian mereka mengambil nama warung dan sekaligus logo nya. Tapi mereka menjual makanan yang kamu sukai, pecel dan thengkleng. kamu kan suka sekali pecel yang pedas, apa lagi thengkleng. 

 Kuliner di 24 jam menari


Jika seperti melihat Sendratari waktu itu bisa terulang lagi di sini, Jika seperti menikmati alun-alun dan beringin kembar itu bisa kita nikmati disini, kalo saja seperti menikmati tahu sumedang bisa kita nikmati di sini, kalo saja seperti menikmati Borobudur, pantai depok dan prambanan dapat kita ulang di sini…hari ini…kita akan berkeringat berkejaran dan berdesakan meskipun kedua dari kita hanya sebagai penonton.